Minggu

Rhoma Irama Resmi Tarik Dukungan ke PKB

Rhoma Irama Resmi Tarik Dukungan dari PKB 


Riforri - Rhoma Irama resmi menarik dukungannya dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Terlebih ketika PKB ikut dalam deklarasi mendukung pencapresan Joko Widodo pada Pilpres 2014.

"Saya atas nama pribadi dan Riforri, dan kerendahan hati saya menarik dukungan ke PKB," kata Rhoma Irama di markas Riforri, Jakarta Timur, Jumat (16/5/2014).

Rhoma - Riforri

Rhoma yang digadang-gadang menjadi capres PKB mengatakan, ada beberapa alasan yang mendasar mengapa dia, Riforri serta Fans Rhoma Irama dan Soneta (Forsa) mencabut dukungan ke PKB.
Pertama, tidak ada lagi kesesuaian antara visi dan orientasi politik.
Yang kedua, PKB jelas tidak mengakui Rhoma effect yang sudah bekerja keras demi membesarkan PKB," tegas Rhoma.

"Dengan menarik dukungan dari PKB, otomatis kami tidak mendukung capres (Calon Presiden) yang didukung PKB, yakni Jokowi," kata Rhoma di kantor RIFORRI (Rhoma Irama for Republik Indonesia) Jakarta.

Pernyataan Rhoma itu spontan disambut para pendukungnya dengan teriakan takbir. "Kempes dukungan terhadap PKB, kempes Muhaimin" kata para pendukung Rhoma bersahutan di dalam ruangan kantor Rifori tersebut.

Rhoma menambahkan, hingga saat ini dia bersama pendukungnya belum menentukan arah dukungan capres. Rhoma akan tetap mengikuti dinamika politik jelang Pilpres yang akan berlangsung dalam waktu dekat ini.

Rhoma menampik mengendap rasa kekecewaan yang besar. Semua adalah pelajaran politik yang bisa diambil dari dirinya dan juga Rifori. Dalam politik, kata Rhoma, tidak ada hal yang mustahil termasuk membeloknya sikap PKB.

Rhoma mengimbau Forsa dan Riforri di berbagai wilayah serta di daerah tidak meluapkan kekecewaannya dengan kekerasan ataupun kerusuhan.
"Seandainya ada kekecewaan boleh saja ditumpahkan, tapi tanpa anarkisme dan harus menjaga tujuan kita sebenarnya menjalankan amar makruf nahi munkar (mengajak kepada perbuatan baik dan mencegah perbuatan buruk)," tandas Rhoma. (viva/Lip6)


Sabtu

Hasil Resmi Rekapitulasi Suara KPU Pileg 2014

Hasil Resmi Rekapitulasi Penghitungan Suara KPU Pada Pemilu Legislatif 2014


Riforri - Menjelang batas waktu yang ditetapkan UU Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD, Komisi Pemilihan Umum (KPU) akhirnya mensahkan hasil Pemilu Legislatif 2014 pada Jumat (9/5) pukul 23.50 WIB, atau hanya selisih 10 menit dari batas waktu yang ditetapkan. Ketukan palu sidang Ketua KPU Husni Kamil Manik yang menandai berakhirnya Rapat Pleno Terbuka rekapitulasi penghitungan perolahan suara parpol dan caleg DPR, DPD, dan DPR sejak 26 April 2014, disambut tepuk tangan meriah dari wakil-wakil parpol, Bawaslu, dan undangan yang hadir. Sebelum menetapkan rekapitulasi perolehan suara sah parpol secara nasional pada Pemilu 2014, Ketua KPU membacakan SK KPU tentang Penetapan Hasil Pemilu Anggota DPR, DPD, DPRD secara nasional pada Pemilu 2014


Berikut ini perolehan suara sah 12 parpol peserta Pemilu Legislatif 2014, yang disahkan dan ditetapkan KPU disusun berdasarkan nomor urut peserta Pemilu.

  1. Nasdem : 8.402.812 suara (6,72%)
  2. PKB : 11.298.957 suara (9,04%)
  3. PKS : 8.480.204 suara (6,79%)
  4. PDI Perjuangan : 23.681.471 suara (18,95%)
  5. Partai Golkar : 18.432.312 suara (14,75%)
  6. Partai Gerindra : 14.760.371 suara  (11,81%)
  7. Partai Demokrat : 12.728.913 suara (10,19%)
  8. PAN : 9.481.621 suara (7,59%)
  9. PPP : 8.157.488 suara (6,53%)
  10. Hanura : 6.579.498 suara (5,26%)
  11. PBB : 1.825.750 suara (1,46%)
  12. PKPI : 1.143.094 suara (0,91%)

Jumlah total suara seluruh parpol 124.972.491 suara.

 Berdasarkan perolehan suara 12 parpol tersebut, KPU juga menetapkan bahwa 10 parpol dinyatakan memenuhi ambang batas perolehan suara nasional (parliamentary treshold) sebesar 3,5%. Dua parpol, yakni PBB dan PKPI dinyatakan tidak memenuhi Parliamentary Treshold 3,5% sehingga perolehan suaranya tidak akan dihitung pada saat pembagian atau penentuan kursi DPR RI


Minggu

Pasca Pileg Rhoma Irama Dimana?

Rhoma Irama Dimana?


Riforri - TERKEJUT, heran dan mungkin saja takjub mencermati hasil Pemilihan Legislatif 9 April 2014 lalu, dimana secara khusus memunculkan fenomena Rhoma Irama effect. Sebuah istilah yang menjelaskan pengaruh seorang Rhoma Irama yang karenanya suara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melonjak tajam. Dengan raihan sekitar 9,3% versi hitung cepat (quick qount), PKB secara meyakinkan bukan saja melampaui sekadar parlementary threshold 3,5%, tetapi kini menjelma menjadi partai menengah yang memiliki posisi tawar tinggi (high bargaining position) baik dalam konteks penentuan peta pencapresan maupun peta koalisi menuju pemerintahan baru.

Rhoma Irama Effect

Dalam peta capres, PKB tampaknya mulai realistis. Beberapa elitnya mengatakan dengan suara yang hanya kurang dari 10%, PKB tidak mungkin mengusung capres pilihannya, yakni Rhoma, Mahfud dan JK. Untuk itu sebagaimana kita lihat dan cermati, PKB kini lapang dada untuk menerima posisi wakil presiden, dan inipun ternyata tidak mudah, karena harus bersaing dengan partai lainnya yang juga mendekat ke PDI-P, Golkar dan Gerindra, dimana ketiganya hampir pasti mengusung capresnya sendiri, yakni Joko Widodo, Aburizal Bakrie dan Prabowo Subianto.

Pergulatan untuk mendapatkan kursi wapres menjadi menarik karena koalisi antarparpol masih sedang berlangsung. PDI-P tersiar kabar telah mempunyai cawapres untuk mendampingi Jokowi, yaitu mantan Wapres Jusuf Kalla dan Mantan Pangkostrad Jenderal Ryamizar Riacudu. Belakangan juga santer nama Muhaimin Iskandar, tetapi dibantah, setelah mendapat protes dari beberapa kalangan. Sedangkan capres Prabowo Subianto kini sedang dekat dengan Hatta Rajasa. Blusukan Jokowi mencari cawapres sangat vulgar, masif dan intensif sedangkan Prabowo agak senyap. Begitu juga capres Aburizal Bakrie akan mengumumkan cawapresnya sepekan kedepan.

Kemana Rhoma Irama?


Banyak pihak mempertanyakan sikap PKB terhadap Rhoma Irama yang berjasa besar menaikkan suara PKB. Apakah PKB akan tetap memperjuangkan Rhoma sebagai capres atau jika tidak, menjadi wapres dari capres yang ada? Mencermati dinamika yang terjadi beberapa hari ini, kita melihat betapa sang Ketua Umum PKB, begitu pandai memainkan perannya sebagai politisi mumpuni. Muhaimin Iskandar mampu mengelola dinamika yang terjadi di sekelilingnya.

Cak Imin, panggilan akrab Muhaimin Iskandar bermain silat dengan jurus-jurus indah. Ketika berhadapan dengan Rhoma, Muhaimin masih memberi harap, begitu juga ketika menerima Mahfud MD, Keponakan Gus Dur ini tetap memberi janji. Di sela-sela itupun, melalui tangan-tangan pihak lain, Muhaimin juga menaikan citranya dengan memunculkan diri sebagai cawapres.

Sikap Muhaimin yang terkesan “menggantung” bukan tanpa hitungan. PKB sadar bahwa “pusat transaksi” ada di tangan Rhoma Irama, yang popularitas dan elektabilitas disumbangkan penuh untuk PKB. Tanpa Rhoma, koalisi PKB dengan partai manapun menjadi kering dan kurang makna. Begitupun partai lain, apalah artinya koalisi dengan PKB apabila tidak menyertai Rhoma Irama. Di sinilah dapat dimaknai bahwa Rhoma Effect masih menyertai dalam peta perkoalisian.

Keinginan partai pemenang pemilu (PDIP, Golkar dan Gerindra) kepada PKB agar tetap mengikutsertakan Rhoma dalam koalisi bukan berarti sang raja dangdut ini ditempatkan sebagai cawapres. Ini yang penulis khawatirkan. Partai-partai tersebut hanya butuh massa setianya Rhoma. Apakah dalam kondisi ini PKB akan berjuang mencawapreskan Rhoma? Mencermati hitungan di atas, tampaknya belum tentu. PDIP, Golkar dan Gerindra sudah mensetting siapa cawapres yang akan dimajukan. Lalu, seberapa besar upaya Cak Imin cs bersikukuh memperjuangkan posisi cawapres untuk Rhoma? Ini yang harus konkret.

Jika sebelum pileg Rhoma bersabar disandingkan dengan capres lain, maka setelah pileg ini, sudah sepantasnya PKB langsung menunjuk Rhoma Irama sebagai cawapres PKB. Sikap Muhaimin yang bermain di banyak kaki hingga saat ini, tentu bukan lagi pilihan terbaik bagi Rhoma maupun PKB.

Sebaliknya, sikap Rhoma yang masih percaya bahwa PKB akan tetap mengusungnya sebagai capres atau cawapres, satu sisi menunjukan Rhoma sebagai politisi yang penuh etika, tetapi di sisi lain, ini akan merugikan Rhoma Irama sendiri, karena hemat penulis, Rhoma dengan segala kelebihannya, dapat menjadi “pemain tunggal” tanpa PKB sekalipun. Jika ini terjadi tentu PKB akan menderita kerugian, karena massa besar Rhoma bisa saja mengalih perhatiannya ke partai lain pada pertandingan capres yang akan datang.

Koalisi Partai Islam


Alternatif lain bagi Rhoma untuk menjadi capres atau cawapres adalah jika koalisi partai Islam terwujud. Jika partai Islam atau partai Islam bersatu dalam koalisi maka akan dapat mengumpulkan sekitar 32% suara dan ini sudah pasti dapat mengusung capres dan cawapresnya sendiri. Tentu harus ada komponen yang memulai dan menggagas. Tidak elok jika Rhoma yang menggagas dan sekaligus mengajukan dirinya untuk diusung menjadi capres atau cawapres. Namun, terbentuknya koalisi partai Islam bukanlah hal yang mudah.

Kesulitan terbentuknya koalisi partai Islam bukan tanpa alasan. Pertama, tidak ada tokoh besar independen yang menjadi panutan yang mampu mengkonsolidasikan partai islam untuk bersatu. Tokoh islam kini terpecah dan gabung ke beberapa partai. Kedua, semakin redupnya politik aliran yang mengatasnamakan agama. Sejak reformasi partai-partai umumnya tidak lagi mengutamakan faktor ideologi, tetapi lebih kepada kepentingan pragmatis untuk mendapatkan kekuasaan. Ketiga, orientasi politik baru mengarah kepada negara kebangsaaan dan kesejahteraan, siapapun yang berkuasa, harus mengedepankan konsep negara kesejahteraan dan tidak boleh mementingkan kepentingan agama atau kelompok tertentu.

Tiga faktor inilah yang setidaknya memupuskan koalisi partai Islam. Upaya yang dilakukan umat atau para ulama untuk terbentuknya koalisi partai islam harus tetap dihargai sebagai gerakan penyadaran kultural dimana Islam sebagai agama mayoritas, jangan sampai terpinggirkan dalam kancah perpolitikan.

Jika koalisi partai Islam sulit terwujud, sesungguhnya masih ada jalan bagi PKB mengusung capresnya sendiri, yakni dengan membentuk koalisi keempat. PKB dapat mengambil inistiatif mengumpulkan partai-partai yang perolehan suaranya berada dibawahnya, yakni PPP, PKS, PAN, Hanura, PBB dan PKPI. Keterlibatan Hanura dan PKPI untuk membedakan bahwa ini bukan koalisi partai islam. Tentu tugas PKB agar berat untuk merayu PPP dan PAN yang tampaknya sudah mengadakan pendekatan ke Gerindra. Hanya dengan koalisi ini PKB memiliki daya tawar yang lebih tinggi untuk mengusung capres atau cawapres.

Jika koalisi ini terwujud, kita mesti harus bersabar menunggu siapa yang akan diusung Rhoma atau yang lain, Wallahu a’lam.

ANALISiS SOLEH MOHAMMAD
*Penulis adalah Pemerhati Komunikasi Politik dan Dewan redaksi Kriminal"

Rhoma Irama Tarik Dukungan ke PKB

Rhoma Irama Tarik Dukungan ke PKB


Riforri - Sang Legenda Rhoma Irama mencabut dukungannya terhadap Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), bila partai yang diketuai Muhaimin Iskandar tidak memegang komitmen mengusungnya sebagai calon presiden.

Rhoma Irama Tarik Dukungan

Melalui salah satu anggota Rhoma Irama For Republik Indonesia (Riforri) Habib Shechan Shahab, Rhoma menyampaikan 3 poin sikap, yaitu:

  1. Rhoma Irama akan menarik dukungan apabila PKB tidak konsekuen, tidak komitmen dengan kesepakatan dan tujuan yang telah disepakati bersama untuk mencapreskan Rhoma Irama pada Pemilu 2014.
  2. Apabila PKB berkoalisi dengan partai manapun dan tidak melibatkan Rhoma Irama maka, Rhoma akan cabut dukungan terhadap Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
  3. Rhoma Irama akan tetap berjuang untuk umat Islam, dan NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

"Apabila PKB meninggalkan Rhoma Irama dan tidak komit, kita bercerai," tegas salah satu timses Riforri, Habib Shechan Shahab di markas Riforri, Jalan Dewi Sartika, Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (26/4/2014).

Meski demikian, dukungan akan kembali diberlakukan bila PKB kembali kepada komitmen awal yakni mengusung Rhoma sebagai capres. "Cerai dalam arti kata bisa rujuk kembali apabila partai memegang komitmen awal," ucap Habib Shechan.

Tim sukses menyatakan akan menunggu ketegasan PKB dalam waktu 2 minggu. Jika nama Rhoma tidak terdaftar sebagai Capres dari PKB tanpa diskusi sebelumnya maka Rhoma akan menarik dukungannya.

"Tinggal 2 minggu, tidak ada (komitmen) ya kita tidak dukung lagi. Pencalonan kelompok lain tanpa ajak Haji Rhoma diskusi, maka menarik dukungannya," tambahnya lagi.
Rhoma tak datang dalam pengambilan sikap tersebut. Habib Shechan mengatakan, dialah yang melarang Rhoma datang langsung di markas Riforri.

"Pada awalnya Rhoma memang ingin datang, tapi kami yang menghalangi kedatangannya," kata Habib Shechan Shabab, ketua tim sukses Rhoma Irama dari RIFORRI, saat ditemui di Markas Besar RIFORRI, Cawang, Jakarta Timur, Sabtu, 26 April 2014.

Menurut dia, kehadiran capres saat konferensi pers sebenarnya hal yang tepat. "Karena kami orang yang mendukung beliau untuk maju. Jadi poin penting yang disetujui oleh Rhoma Irama cukup kami yang menjelaskan. Setidaknya, alhamdulillah, beliau sudah mau dan membuktikan dirinya untuk maju membela rakyat dengan mengusung satu partai," ujar Shechan Shabab.

Pertemuan yang juga dihadiri oleh para habib dan anggota RIFORRI lainnya ini mendesak agar PKB segera menentukan pilihannya untuk capres 2014. Rhoma Irama merupakan salah satu efek yang membuat suara PKB naik saat pemilu legislatif 9 April lalu.

Rabu

Rhoma Masih BerKhusnudzan kepada Cak Imin


RHOMA IRAMA: ''Saya Masih Ber Khusnudzan kepada Cak Imin''


Riforri - Petikan wawancara Intrupsi,

Intrupsi Rhoma
Tina Talisa: Setelah Rhoma berjasa membesarkan PKB selain faktor Muhaimin Rusdi, jangan jangan Rhoma Irama diperdaya oleh Muhaimin dan PKB, akhirnya tidak mencapreskan Rhoma Irama?

Rhoma: Penilaian seperti itu wajar, dan bisa terjadi, tetapi sampai saat ini saya masih khusnudzdzon, dan saya masih komunikasi dengan Cak Imin.

Komitmen pencapresan Rhoma oleh Cak Imin itu serius, maka kami berterima kasih kepada PKB dan Cak Imin, telah mencapreskan Rhoma dengan serius. Itu dibuktikan dengan sosialisasi Rhoma dan Cak Imin, sowan kiai2 di berbagai daerah, mengadakan roadshow sampai kampanye. Cak Imin dimana-mana mengatakan Rhoma Irama itu final Capres, Pak Mahfud dan pak JK itu datang belakangan.

Nah, pada akhirnya, hasil pemilu kita tahu, posisi PKB harus berkoalisi dengan partai yg lebih besar. Kalau berkoalisi dengan partai lain, saya akan realislis. Bergaining posisi tawar dengan PKB bisa berubah, dari Capres menjadi Cawapres. Saya terima demi kemaslahatan bangsa.

Silakan Muhaimin berbuat apapun, mau baik atau buruk, benar atau salah, adil atau dholim, silakan. Tapi jangan melakukan sesuatu yang tidak realistis, atau inkonsistensi. Kalau mau ambil itu, silakan pada Allah SWT dan penilaian masyarakat. Yang jelas saya tidak ingin bermusuhan dengan siapapun, saya tetap ingin bersahabat dengan Muhaimin, dengan PKB dan semua. Saya hindari itu. Ada lagu judulnya 'Dendam' :
Yang pasti apapun keputusan Muhaimin, benar atau salahm adil atau dholim, itu saya serahkan kepada Allah.


Terima kasih saya kepada FORSA (Fans Of Rhoma and Soneta) yang berada di seluruh Indonesia. Mereka yang berinisiatf membuat baliho stiker dan mensosialisasikana Rhoma dengan luar biasa.
Terima kasih juga kepada Fahmitamami, yg telah mensosialisasikan Rhoma Capres di berbagai tempat bersama ulama, sosialisi kultural. Mereka dengan mubalig dan ulama NU. itu mensosialisasikan bersama PKB, Itulah kemudian muncul 'Rhoma Irama Effect', itu saya syukuri dan berterima kasih atas kerjasama 'mesin' Rhoma Irama yang berjasa membesarkan PKB. Tentunya tanpa menafikan peran yang lain.

(Wawancara Rhoma dengan Tina Talisa Indosiar ditayang Jumat 18 April pukul 00.15.).

Sabtu

PKB AKUI DAHSYATNYA RHOMA

PKB AKUI DAHSYATNYA RHOMA, TAPI CAPRES TIDAK CAPAI TARGET


Riforri - Wawancara Helmy Faisal Ketua DPP PKB dengan Tina Talisa Indosiar ditayang Jumat 18 April 2014 pukul 00.15.


Efek Rhoma



Tina Talisa : Apa yang akan diberikan PKB kepada Bang haji yang berjasa dalam kenaikan suara PKB? Tetap dicapreskan-cawapreskan?


Helmy Faisal Ketua DPP PKB: Orang bilang Rhoma Irama Effcet itu benar2 terjadi, dan jujur mengakui karena Rhoma irama berhasil berubah basis PKB. Aceh, Jambi, Bengkulu, apalagi NTB sekarang dapat kursi. Pertama sejak reformasi. bahkan di NTB, itu orang mau beli kalender yang bergambar saya dan Rhoma. Karena mereka mencintai Rhoma, Mereka selalu minta, karena stok terbatas.

Tina: Trus, apa yang akan diberikan imbal balik atas jasa Rhoma Irama?

Helmy: Sebetulnya diantara kandidat Capres, itu ada estimasi nanti bila perolehan suara mencapai 15 persen, maka mereka akan kita Capreskan, karena berpeluang memimpin koalisi. Tapi kenyataan kita hanya mampu meraih 9-11 persen. Maka, tidak ada lagi yang terikat dalam perjanjian komitmen Capres. Juga tidak ada pembicaraan sebagai Cawapres. Tapi ada wisdom dari Pak Muhaimin, tetap nama2 itu kita tawarkan kepada pimpinana koalisi. Pimpinan koalisi punya pertimbangan sendiri.

Tina: Jadi apakalah akan mengucapkan terima kasih atau minta maaf, kepada Bang haji?

Helmy:saya melihat Bang haji itu tidak semata2 mengejar jabatan presiden, malah beliau itu menitipkan kepada PKB, ''Seandainya saya tidak dicapreskan PKB, saya cukup senang, karena temen2 PKB itu, sama visi perjuangannya dalam perjalanan politik saya sebagai seniman dan budayawan dan politisi''.

Tina: Jadi Bang Helmy yakin Bang Haji gak kecewa, sudah tak jadi capres, Cawapres atau menteri?

Helmy: Saya yakin Bang Haji seorang ulama yang berakhlah dan etika. Kalau terjadi salah paham, itu hak orang perorang dalam suatu hubungan ini.

Senin

Rhoma Effect Memang Menakutkan

“RHOMA-EFFECT” MEMANG “MENAKUTKAN”


Riforri - Effect (Efek dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia) berarti dampak, pengaruh atau dalam arti lebih luas lagi adalah kesan yang timbul pada pikiran penonton, pendengar, pembaca, dsb (sesudah mendengar atau melihat sesuatu).

Pasca Pemilu Legislatif 9 April 2014 kata “efek” memenuhi hampir seluruh halaman media, baik media cetak surat kabar maupun media on-line. Rhoma Efek, Jokowi Efek, Prabowo Efek adalah tiga nama yang menjadi primadona tulisan para jurnalis.


Hasil perhitungan cepat (quick count) yang dipaparkan oleh berbagai lembaga survey beberapa jam usai pencoblosan yang menampilkan raihan suara Partai peserta Pemilu secara serentak melahirkan berbagai macam analisa. Gagalnya PDI P, Rontoknya Partai Demokrat, Naiknya perolehan Partai-partai Islam membuat “kegaduhan” politik yang pada akhirnya melahirkan femonena baru yang bernama “efek” tersebut.

PDI P harus “menanggung beban” akibat perolehan suara yang hanya berkisar 18%, jauh dari “mimpi-mimpi” yang dilagukan lembaga survey yang meyakini bahwa PDI P akan meraup minimal 30% suara. Partai-partai Islam dan yang berbasis massa Islam yang oleh lembaga survey di-ultimatum akan redup ternyata justru naik secara cukup signifikan.

Salah satu yang melonjak perolehan suaranya adalah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Dari perolehan 4,9 % di Pemilu 2009, ternyata di Pemilu 2014 ini mampu meraih hampir 10% suara pemilih Nasional. Dua fenomena tersebut melahirkan “ Jokowi Efek” dan ” Rhoma Efek”. Bahasa yang kini beredar-pun berubah haluan. Jika sebelumnya Jokowi “diberitakan” sebagai magnet Pemilu, sedangkan Rhoma Irama hanyalah “penyedap” Pemilu maka dengan perolehan suara yang sedemikian rupa,Bahasa media berbalik menulis “ RHOMA- EFEK LEBIH HEBAT DARI JOKOWI- EFEK”

Bagi penggemar SONETA, Rhoma Efek sebenarnya bukan hal baru dan hal aneh. Sejak tahun 70-an Rhoma Efek sudah sangat “menakutkan” rezim Penguasa.
Jika tidak takut, untuk apa Orde Baru harus mencekal Rhoma Irama dan SONETA selama 11 tahun sejak tahun 1977 hingga 1988 ?
Jika bukan karena Rhoma-Efek, untuk apa William H Frederick, Sosiolog dari OHIO University, AS membuat tesis tentang Rhoma Irama dan SONETA tahun 1982 ?
Jika bukan karena Rhoma-Efek, buat apa media menjadikan “hijrah”-nya Rhoma Irama ke Golkar tahun 1997 sebagai Berita Utama (padahal banyak tokoh yang juga “lompat pagar”) ?
Jika bukan karena Rhoma-Efek untuk apa MNC Group (RCTI, MNC, Global TV) yang dimiliki oleh HarryTanoe juga “mencekal” Rhoma dan SONETA ?

Bersama SONETA, Rhoma Irama diyakini tidak hanya berhasil membentuk kelompok penggemar tetapi berhasil melahirkan pengikut yang militan. Militansi dibuktikan bukan hanya dengan larisnya kaset dan film saja, berjejalnya puluhan ribu manusia pada tiap pertunjukan SONETA juga memberikan bukti yang nyata.

Pengikut Rhoma dengan sukarela menghadiri setiap panggung terbuka baik tabligh akbar maupun pertunjukan music SONETA. Terbukti selama masa kampanye terbuka Pemilu 2014 kemarin, kampanye terbuka PKB yang paling banyak dihadiri massa adalah kampanye yang menampilkan Rhoma Irama dan SONETA. Puluhan ribu massa memenuhi lapangan yang dijadikan arena kampanye terbuka, jauh melebihi peserta kampanye tokoh-tokoh semacam Mahfud MD, Aburizal Bakrie, dan sebagainya.

Intuisi Muhaimin Iskandar untuk meminang Rhoma dan “menggadang-gadang” janji sebagai Capres sangatlah jeli. PKB bisa dikatakan Partai yang sedang “sekarat”. Perolehan suara sejak ditinggalkan Gus Dur terus menerus anjlok, hingga hanya bersisa 4,9% pada Pemilu 2009. Setelah ditinggalkan (lebih tepatnya meninggalkan) Gus Dur praktis PKB tidak lagi memiliki tokoh yang bisa diandalkan untuk mendulang suara. Cak Imin sadar betul bahwa PKB dilahirkan oleh Gus Dur dengan dukungan massa “akar rumput” dan karenanya harus mampu “merayu” kembali massa akar rumput tersebut.

Dan tokoh yang diyakini dapat “merayu” akar rumput itu tak lain adalah Rhoma Irama. Dimulailah gerilya politik bersama Rhoma Irama menyambangi basis massa NU hingga pelosok-pelosok Jawa Timur, Jawa Barat dan Jawa Tengah. Ini persis seperti yang dilakukan Golkar melalui Mba Tutut, Putri sulung Pak Harto, ketika ber-safari bersama Rhoma dan SONETA tahun 1997 mengunjungi kantong-kantong NU (PPP) di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Tabligh Akbar dan pertunjukan SONETA dijadikan sebagai pemikatnya. Cak Imin berhasil ! PKB meraih hampir 10% suara secara Nasional, jauh dari perkiraan para pengamat yang mematok PKB pada angka 5%.

Rhoma-Efek mengalahkan Jokowi-Efek, begitu bunyi Berita di media.


Elektabilitas Rhoma yang dinilai hanya nol koma sekian persen dibanding popularitasnya yang mencapai 98 % ( 2 % termasuk Pak Habibie yang mengaku tidak mengenal Rhoma Irama) ternyata meleset. Rhoma berhasil menarik simpati para pengikutnya baik yang dari kalangan NU maupun non-NU untuk memilih PKB. Cak Imin dan pejabat teras PKB-pun kerap tersenyum lebar ketika diliput media. Menanggapi banyaknya media yang membahas Rhoma-Efek, Ia berucap ringan, “ itu bukan hanya efek dari saya saja, ada peran Machfud MD, peran Ketua NU, peran Ahmad Dani, dan juga caleg-caleg PKB lainnya”. Rhoma memang tulus berjuang untuk mengangkat pamor PKB yang diyakini-nya sebagai partai ulama.

Namun ketulusan Rhoma mulai “diusik”. Beberapa tokoh PKB mengikuti “gendang” pengamat politik yang “mengkerdilkan” peran Rhoma. Mereka mencoba menggiring opini dan mulai “mengkaburkan” janji pencapresan Rhoma dengan alasan suara yang tidak memungkinkan untuk mengusung capres sendiri. Dalam hal ini memang sudah benar, 10% suara tidak dapat melakukan hal itu. Semua sepakat akan hal ini.

Yang membuat “keresahan” pengikut Rhoma adalah acrobat Politik yang dilakukan oleh “elite” PKB yang seolah-olah melupakan dan tidak mengakui “Rhoma-Efek” sebagai pendulang suara. Mereka mengatakan PKB melonjak karena massa NU telah kembali ke dalam rumah mereka. Mereka tidak pernah berfikir siapa yang membuat massa NU tersebut kembali ke “rumah”. Jika mau jujur, PKB-lah yang meninggalkan NU dengan “mengkhianati” Gus Dur sehingga keluarga besar mengeluarkan “fatwa” bahwa Partai apapun boleh memakai gambar Gus Dur dalam kampanye, kecuali PKB.

Jauh sebelum Pemilu, Muhaimin telah mengatakan bahwa antara Rhoma, Machfud dan JK memiliki kekuatan masing-masing. Rhoma kuat di akar rumput, Machfud kuat dikalangan akademisi dan JK kuat di wilayah Indonesia Timur. Lalu siapakah mayoritas massa NU dan Non-NU yang memilih PKB ? Jawabannya sudah jelas bahwa PKB dimenangkan oleh massa “akar rumput”, bukan oleh akademisi dan bukan pula dari wilayah Timur Indonesia, karena selain diusung PKB, JK merupakan salah satu tokoh Golkar.

Sangat tidak bijak jika elite PKB melakukan akrobat yang menyakiti “para pengikut” Rhoma. Memang kecil kemungkinan untuk menjadikan Rhoma sebagai Capres atau Cawapres, namun meninggalkan Rhoma akan membawa kerugian besar bagi PKB. Jangan pernah sekali-kali membuat pernyataan maupun tindakan untuk “berkhianat” terhadap apa yang telah Rhoma berikan untuk PKB karena Rhoma-Efek sangatlah “menakutkan”.

By Soneta Mania

Kamis

Rhoma Irama Mampu Mendongkrak Elektabilitas Suara PKB

Effect Rhoma Irama Mendongkrak Elektabilitas Suara PKB Secara Signifikan


Riforri - Analisis hasil hitung cepat (quick count) Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Network menyebut sejumlah sosok yang berefek terhadap partai politik dalam Pemilu Legislatif 2014. Salah satunya adalah raja dangdut Rhoma Irama yang dinilai berhasil mendongkrak suara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Popularitas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi untuk mendongkrak elektabilitas PDI Perjuangan tidak sedahsyat yang dibayangkan.

Efek Rhoma Menaikan suara PKB

Hasil hitung cepat, perolehan suara PDIP pada pemilu legislatif (pileg) 2014 hanya naik 35 persen dibandingkan pileg 2009. Sedangkan Partai Gerindra secara mengejutkan justru bisa meningkatkan perolehan suara hingga 170 persen.

"Ternyata Rhoma Irama lebih berefek daripada Joko Widodo," kata Peneliti Senior LSI Network, Toto Izul Fatah, Rabu 9 April 2014. Menurut Toto, popularitas Jokowi yang juga Gubernur DKI Jakarta itu tidak terlalu signifikan meningkatkan perolehan suara PDI Perjuangan.

"Walaupun Rhoma belum diterima kalangan elite, tapi saat dia turun ke basis sangat diterima kalangan grassroot," kata peneliti LSI, Rully Akbar, di kantornya, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu, 9 April 2014.

"Gebrakan Gerindra spetakuler luar biasa, pemilu lalu hanya dapat 4,4 persen sekarang hampir 12 persen. Sedangkan PDIP tidak ada kejutan yang berarti, Jokowi Effect  juga tidak berasa," kata Direktur Eksekutif Survey & Polling Indonesia (SPIN) Igor Dirgantara dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis (10/4).

Dosen Ilmu Politik Universitas Jayabaya ini menuturkan, perolehan suara PDIP sangat kecil dibanding target yang diharapkan dengan adanya pencalonan Jokowi sebagai calon presiden (capres). Hal tersebut menunjukkan bahwa Jokowi Effect tidak mempan dalam pemilu kali ini.

"Jokowi effect tidak terbukti sama sekali, dalam Pemilu kali ini," kata Igor.

Dibanding Jokowi, popularitas Raja Dangdut Rhoma Irama (Rhoma Effect) justru lebih terasa. Hasilnya, PKB yang mengusung Rhoma mendapatkan perolehan suara fantastis dan di luar prediksi.
Sebelumnya, banyak pihak yang memprediksi pencapresan Jokowi sebelum pileg akan meningkatkan perolehan suara partai berlambang banteng moncong putih itu sekitar 25 hingga 30 persen.

"Ternyata, efek Jokowi tidak berpengaruh. Kesimpulannya, pemilih Jokowi belum tentu pilih PDI Perjuangan dan pemilih PDI Perjuangan belum tentu pilih Jokowi," terangnya.

Sementara itu, Rhoma Irama bisa memberikan efek signifikan pada suara PKB sejak dia menjadi salah satu bakal capres partai pimpinan Muhaimin Iskandar itu. PKB berhasil memperoleh suara hampir menyentuh angka 10 persen.

"Efek Rhoma Irama belum bisa diterima kalangan elite, tetapi diterima di kalangan grassroot," kata Toto.

Efek personal kedua, menurut Toto, adalah sosok Muhammad Nazaruddin, mantan bendahara umum Partai Demokrat. Kasus korupsi meruntuhkan elektabilitas partai yang didirikan SBY tersebut. "Kasus Nazaruddin itu mengakibatkan Demokrat tidak mencapai 10 persen suara," tuturnya.

Hasil hitung cepat pileg 2014, PKB meraih 9,4 persen suara nasional. Padahal pada pileg tahun 2009 partai pimpinan Muhaimin Iskandar tersebut hanya mendapatkan 4,9 persen suara nasional. Kenaikan perolehan suara PKB sekitar 91 persen.

"Yang dahsyat kali ini ya Gerindra Effect dan Rhoma Irama Effect," ujar Igor. (/jpnn/viva/tempo)

Pembuatan Iklan Partainya Ksatria Bergitar

Partainya Ksatria Bergitar Rhoma Irama 


Riforri - Dalam iklan kampanye yang baru selesai dibuat legenda musik dangdut Rhoma Irama dicitrakan sebagai musafir di lautan pasir . Sang legenda yang berusia 67 tahun itu mengenakan ikat kepala hitam, rompi cokelat, celana hitam, dan sepatu gurun serta menunggang kuda jantan berwarna putih. Serban berwarna hijau melilit lehernya, Rhoma juga membawa gitar di punggungnya.

Rhoma Irama

Pembuatan iklan dilakukan di studio alam Hotel Bumi Wiyata, Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, Selasa pagi, 25 Februari 2014, hingga menjelang dinihari. Ketua Dewan Pimpinan Pusat Fans of Rhoma and Soneta (Forsa) Surya Aka Syahnagra mengatakan, sepekan sebelum syuting, Rhoma berlatih naik kuda di sebuah pacuan kuda di Jakarta. "Saat dibawa ke lokasi syuting, kudanya mudah diarahkan," kata Surya saat dihubungi, Rabu, 26 Februari 2014.

)

Konsep iklan kampanye Rhoma dibuat kolosal dengan melibatkan 170 figuran. Dalam teknik pengolahan gambar, kata Surya, 170 figuran itu bisa diolah menjadi ribuan orang. Latar belakang Rhoma berkuda, yakni layar biru polos, nantinya akan dibuat bak gurun pasir. "Ceritanya, Bang Rhoma ini seolah-olah seorang musafir yang lagi berjalan di tengah gurun pasir," ujar Surya.

Dalam perjalanannya tersebut, Rhoma melihat sebuah bendera di kejauhan. Saat didekati ternyata bendera itu milik Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Rhoma lalu mengambil bendera itu diiringi takbir ribuan orang. Rhoma memang salah satu calon presiden yang disebut-sebut akan diusung PKB. "Meski syutingnya 12 jam, paling durasi iklan ini cuma 30 detik. Akan ditayangkan saat kampanye nanti," kata Surya.

Surya mengaku tidak tahu-menahu biaya pembuatan iklan tersebut. Sebab, semua kebutuhan syuting hingga editing-nya telah dicukupi PKB. Surya yakin biayanya tak terlalu mahal karena syutingnya hanya berlangsung di satu lokasi. "Yang mahal itu biaya penayangannya di televisi nanti," katanya.

Jumat

Negarawan Adalah Pahlawan

Negarawan Adalah Pahlawan 


Riforri - “Politik itu adalah cara mencapai kebahagiaan” kira-kira demikian bunyi pemikiran filsuf Yunani 400 sebelum masehi. Bagaimana bisa? Bukannya dokter yang pasti memberikan kebahagiaan dan kesenangan pasien dan keluarganya atas kesembuhan pasien? Betul, ada profesi yang memberikan kesenangan personal, tetapi  aapabila lebih banyak orang yang diselamatkan dan mendapat kebahagiaan itu adalah tugas politisi.

Riforri - Orang yang masih sibuk mengurusi kekayaan untuk dirinya atau keluarga tidak boleh memegang jabatan publik. Ia akan sibuk terus menerus mengurus diri dan keluarganya, tetapi tidak sibuk mengurusi rakyatnya. Jika pedoman Ibnu Farabi ini diikuti, maka koruptor di Indonesia akan berkurang sedikit demi sedikit. Politisi yang sudah bergeser menjadi Negarawan, tentunya akan dinobatkan menjadi pahlawan. Iya betul, pahlawan. Karena ia dapat mengalahkan dirinya, kepentingan keluarga dan golongan. Ia berperang melawan hawa nafsu berkuasa yang memang sudah menjadi insting manusia. Jika berhasil, maka rakyat akan sejahtera dan dirinya sudah menjadi insan kamil (sempurna).
Politisi dapat menjadi pembawa amanah seperti halnya nabi. Amanah rakyat untuk mencari jalan keselamatan dan kebahagiaan dunia akhirat. Politisi sekuler selalu mengarahkan tujuan suatu bangsa pada kesenangan fisik seperti tercapainya suatu kemakmuran.

Politisi religius mengungkapkan tujuan diri dan bangsanya agar tercapai kesenangan (tepatnya kebahagiaan) vertikal dan horisontal (dunia akhirat). Politisi religius maupun sekuler dihadapkan pada persoalan apakah hendak terus menjadi politisi atau bergerak maju menjadi negarawan? Seorang negarawan memiliki pangkat dan kedudukan yang lebih tinggi dibandingkan politisi. Politisi berpihak kepada partai politi atau golongannya. Mereka hanya selalu betah pada zona nyaman, di kiri atau di kanan saja. Politisi abadi enggan berganti posisi dari penyerang, menjadi gelandang, pemain belakang bahkan menggantikan posisi penjaga gawang yang terkena kartu merah. Sementara negarawan ia dapat bergeser ke kiri, kanan, tengah, belakang atau-pun depan, tanpa kehilangan jati diri.

Seorang negarawan adalah seorang filsuf raja seperti pernyataan Plato. Raja yang bijak (karena seorang filsuf) dapat mengatur rakyatnya sehingga tujuan sekuler ataupun religius dapat dicapai. Seperti yang diungkap oleh Ibnu Farabi dalam bukunya Madinatul Fadilah, seorang yang terjun ke dunia politik sudah harus selesai dengan dirinya, keluarga dan baru boleh mengabdi pada masyarakat.

Orang yang masih sibuk mengurusi kekayaan untuk dirinya atau keluarga tidak boleh memegang jabatan publik. Ia akan sibuk terus menerus mengurus diri dan keluarganya, tetapi tidak sibuk mengurusi rakyatnya. Jika pedoman Ibnu Farabi ini diikuti, maka koruptor di Indonesia akan berkurang sedikit demi sedikit. Politisi yang sudah bergeser menjadi Negarawan, tentunya akan dinobatkan menjadi pahlawan. Iya betul, pahlawan. Karena ia dapat mengalahkan dirinya, kepentingan keluarga dan golongan. Ia berperang melawan hawa nafsu berkuasa yang memang sudah menjadi insting manusia. Jika berhasil, maka rakyat akan sejahtera dan dirinya sudah menjadi insan kamil (sempurna).

Senin

PKB Sadar Rhoma dapat Meningkatkan Suara

PKB Sadar Rhoma dapat Meningkatkan Suara  


Riforri - Pengamat politik menilai siapa pun bisa dan mempunyai peluang yang sama untuk diusung sebagai calon presiden di 2014. Termasuk Rhoma Irama.

"Jadi apakah tokoh itu berasal dari dunia politik atau penyanyi dangdut semua punya peluang sama. Justru kalau ada yang menilai tidak layak pernyataan itu tidak bisa dipertanggung jawabkan," jelas pengamat politik dari LIPI Siti Zuhro Selasa (17/12/2013).

Riforri | Siti justru menilai langkah PKB yang saat ini mengusung Rhoma Irama sebagai salah satu Capresnya tepat. Sebab kehadiran Raja Dangdut itu bisa menjadi suara pemilih yang berasal dari masyarakat bawah.  "PKB sangat sadar dengan perolehan suara mereka di Pemilu lalu, dan bagaimana meningkatkan suara pada Pemilu tahun 2014. Kehadiran Rhoma Irama bisa menjadi solusi untuk menjaring suara di pemilihan legislatif nanti, sebab bagaimanapun juga Rhoma cukup populer di masyarakat kelas menengah kebawah," jelasnya.
Siti justru menilai langkah PKB yang saat ini mengusung Rhoma Irama sebagai salah satu Capresnya tepat. Sebab kehadiran Raja Dangdut itu bisa menjadi suara pemilih yang berasal dari masyarakat bawah.

"PKB sangat sadar dengan perolehan suara mereka di Pemilu lalu, dan bagaimana meningkatkan suara pada Pemilu tahun 2014. Kehadiran Rhoma Irama bisa menjadi solusi untuk menjaring suara di pemilihan legislatif nanti, sebab bagaimanapun juga Rhoma cukup populer di masyarakat kelas menengah kebawah," jelasnya.

"Dan justru di Pemilu nanti mereka lah yang biasanya menggunakan hak pilih, sebab kecenderungannya masyarakat kelas menengah atas cenderung masa bodoh dengan Pemilu. Jadi membaca seperti itu tidak salah, dan cukup meyakinkan," jelasnya lagi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Capres sekaligus Ketua Umum Partai Hanura Wiranto menyindir langkah PKB mengusung Rhoma Irama sebagai Capres.

"Sekarang ini penyanyi dangdut dijadiin calon, ada lagi pelawak, nanti lama-lama pemain akrobat juga dicalonkan. Makanya yang korupsi jalan terus," ujarnya dalam suatu acara diskusi. (ini/bayu)

Teroris itu Bukan Masalah Agama, Melainkan Masalah Politik

Teroris itu Bukan Masalah Agama, Melainkan Masalah Politik


Riforri - Bakal calon presiden dari Partai Kebangkitan Bangsa Rhoma Irama melantunkan lagu Kita Adalah Satu saat ditanya soal konflik agama yang kerap terjadi di Tanah Air. "Walau kita beda dalam bahasa, walau kita beda dalam budaya, walau kita, beda dalam agama, kita adalah satu," Rhoma bernyanyi dengan suara khasnya saat menggambarkan semboyan Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika.

Riforri | Jika, dalam konflik terdapat kekerasan, maka pemerintah harus tegas menindak para pelakunya. "Tidak memandang apa pun agamanya," kata Rhoma sambil tersenyum. Ia mengatakan bahwa perdebatan soal agama kerap terjadi di Indonesia. Namun, ia menekankan agama yang diakui negara hanya enam. Selebihnya harus diserahkan kepada ulama untuk dinilai apakah sesat atau tidak, barulah pemerintah yang bertugas menindak. "Ini konsekuensi bernegara, harus patuh pada Pancasila," kata dia menambahkan.  'Raja Dangdut' ini mengatakan terorisme bukanlah masalah agama, permasalahan politik. "Pernah saya katakan bahwa teroris itu bukan masalah agama, melainkan masalah politik," ujar Bang Haji sapaan akrab Rhoma Irama.
Rhoma melantunkan lagu saat menjadi pembicara seminar bertajuk "Indonesia Menjawab Tantangan : Kepemimpinan Menjadi Bangsa Pemenang". Ia dijadwalkan menyampaikan visi dan misinya dalam membangun masa depan Indonesia di Aula Fakultas Kedokteran Kampus UI Salemba, Jumat, 20 Desember 2013.

Menurut dia, semua agama memiliki aliran sesat. Untuk itu, jika ia menjadi presiden, ia akan memberikan kewenangan pada ulama untuk menentukan apakah aliran tersebut menyimpang atau tidak, kemudian pemerintah yang akan menjadi eksekutornya. "Kalau dinyatakan menyimpang, harus dilarang, jangan sampai mencederai agama induknya," kata dia.

Jika, dalam konflik terdapat kekerasan, maka pemerintah harus tegas menindak para pelakunya. "Tidak memandang apa pun agamanya," kata Rhoma sambil tersenyum. Ia mengatakan bahwa perdebatan soal agama kerap terjadi di Indonesia. Namun, ia menekankan agama yang diakui negara hanya enam. Selebihnya harus diserahkan kepada ulama untuk dinilai apakah sesat atau tidak, barulah pemerintah yang bertugas menindak. "Ini konsekuensi bernegara, harus patuh pada Pancasila," kata dia menambahkan.

'Raja Dangdut' ini mengatakan terorisme bukanlah masalah agama, permasalahan politik. "Pernah saya katakan bahwa teroris itu bukan masalah agama, melainkan masalah politik," ujar Bang Haji sapaan akrab Rhoma Irama.

Rhoma berujar bahwa semua agama tidak membenarkan tindakan membunuh. "Dalam firman Allah, disebutkan, barang siapa membunuh orang yang tidak berdosa sama saja dengan membunuh satu manusia, begitupun dalam Islam" ucapnya.

"Begitu juga dengan konflik ulama di Indonesia. Setiap agama, tidak hanya islam, ada aliran-aliran yang menyimpang," kata pria berusia 67 tahun itu.

Saat ditanya peran pemerintah terkait hal tersebut, Rhoma menjawab, "Tentunya mesti ada penegakan hukum yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah."

Tampil di kampus sesungguhnya bukan barang baru bagi Rhoma. Sebelum ke UI, misalnya, dia pernah mengisi acara di kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Surabaya, UIN Makassar, UIN Palembang, dan Universitas Negeri Jakarta. Di kampus-kampus itu, Rhoma menjadi narasumber dialog kebangsaan.

Dunia politik sebenarnya juga bukan panggung yang asing bagi lelaki kelahiran Tasikmalaya itu. Pada 1977, Rhoma mendukung Partai Persatuan Pembangunan. Gara-gara emoh bergabung ke Golkar, selama 11 tahun dia dicekal tampil di layar kaca TVRI oleh penguasa Orde Baru. "Sejak 1970-an identitas saya 3 in 1, yakni musik, dakwah, dan politik," kata Rhoma di suatu kesempatan. (Temp/Metr)

Wiranto merasa tak menghina, Rhoma Irama : Jangan Suka Jatuhkan Orang!

Wiranto merasa tak menghina, Rhoma Irama : Jangan Suka Jatuhkan Orang!  


Riforri - Ketua Umum DPP Partai Hanura Wiranto menegaskan dirinya tidak pernah melecehkan calon presiden ataupun tokoh lainnya sehingga tidak benar jika diberitakan sampai menyinggung nama Rhoma Irama.

"Saya sama sekali tidak menyebut nama orang. Hanya saja partai boleh saja merekrut kader di luar partai apakah sebagai birokrat, pengusaha, seniman, akrobatik, penyanyi, dan sebagainya. Yang penting memenuhi syarat kompetensi dan kualifikasi sebagai capres. Selain tak sebut nama, saya juga tak bermaksud menghina Rhoma," kata Ketum DPP Partai Hanura Wiranto kepada wartawan di Gedung MPR/DPR RI Jakarta, Selasa.

Riforri | Wiranto merasa tak menghina, Rhoma Irama : Jangan Suka Jatuhkan Orang!  |Dikesempatan terpisah Hanura mewakili Wiranto meminta maaf atas sindiran soal pedangdut jadi capres. Namun raja dangdut Rhoma Irama punya pesan khusus buat capres Partai Hanura itu.  "Sebelum Hanura meminta maaf, saya tidak pernah marah. Hanya saja saya mengingatkan sesama manusia untuk tidak saling menjatuhkan," kata Bang Haji Rhoma.  Hal ini disampaikan Rhoma usai peresmian posko Rhoma Irama for President RI di Jl Dewi Sartika, No 44, Cawang, Jakarta Timur, Sabtu (14/12/2013).
Sebelumnya, beredar pemberitaan sebuah media online yang menyatakan Wiranto seolah-olah telah menghina Rhoma Irama sebagai bakal calon presiden atau bacawapres Partai Kebangkitan Bangsa itu sebagai bacawapres akrobat atau pedangdut yang tidak kompeten, itu sama sekali tidak benar.

Wiranto menjelaskan bahwa dirinya memang mendapat undangan diskusi yang dilakukan oleh LIPI bersama Yusril Ihza Mahendra di LIPI Jakarta, Jumat (13/12/2013).

Dalam diskusi tersebut dirinya menjelaskan bahwa rekrutmen calon pemimpin dilakukan oleh parpol. Dan, parpol bisa saja merekrut calon-calon pemimpin atau capres itu, bisa berasal dari mana saja seperti birokrat maupun seniman sesuai dengan kompetensinya masing-masing.

Hanya saja kata Wiranto, saat ini partai tak mempunyai waktu untuk merekrut dan medidik artis dan seniman lainnya untuk dijadikan sebagai birokrat atau calon pemimpin.

"Hanura sendiri merekrut artis seperti Meriam Bellina dan Krisdayanti. Akan tetapi, mereka tidak menjadi caleg Hanura karena belum memenuhi kompetensi. Itu yang saya maksud. Jadi, saya tak sebut orang," katanya.

Jadi, tambah Wiranto, dirinya tidak pernah sama sekali bermaksud melecehkan Rhoma Irama maupun yang lainnya. Wiranto menegaskan bahwa dirinya tidak pernah ada persoalan atau permusuhan secara pribadi dengan Rhoma Irama.

Menyinggung soal tantangan berdebat dengan Rhoma Irama sebagai bacawapres, Wiranto menyatakan siap-siap saja. Hanya saja kata Wiranto, debat capres itu sudah diagendakan resmi oleh KPU. Sebagaimana sebelumnya, Wiranto sudah dua kali berdebat sebagai capres dalam pilpres pada tahun 2004 dan 2009.

"Nanti pasti ada debat capres untuk Pilpres 2014 setelah ditetapkan oleh KPU. Akan tetapi, bukan debat karena emosi atau desakan masyarakat," katanya.

Wiranto menjelaskan yang namanya debat capres itu tidak berdasarkan emosionalitas, tetapi tetap kritis konstruktif sebagai calon pejabat negara untuk memberikan konstribusi terhadap persoalan bangsa dan negara ke depan.

"Jadi, debat itu bukan berdasarkan emosionalitas, tetapi tetap kritis, sehat, dan objektif untuk kepentingan bangsa dan negara ke depan," katanya.

Dikesempatan terpisah Hanura mewakili Wiranto meminta maaf atas sindiran soal pedangdut jadi capres. Namun raja dangdut Rhoma Irama punya pesan khusus buat capres Partai Hanura itu.

"Sebelum Hanura meminta maaf, saya tidak pernah marah. Hanya saja saya mengingatkan sesama manusia untuk tidak saling menjatuhkan," kata Bang Haji Rhoma.

Hal ini disampaikan Rhoma usai peresmian posko Rhoma Irama for President RI di Jl Dewi Sartika, No 44, Cawang, Jakarta Timur, Sabtu (14/12/2013).

Rhoma menuturkan dirinya tak dendam kepada Wiranto. Meskipun sempat sakit hati karena merasa dihina.

"Sebelum Hanura meminta maaf saya sudah memaafkan dia (Wiranto)," kata Rhoma.

Sindiran Wiranto memang membuat Rhoma Irama murka. Rhoma mengingatkan Wiranto agar tak sembarangan menghina orang.

"Tanpa bermaksud membuat ketersinggungan apa pun, saya atas nama Partai Hanura mohon maaf dan kami tidak bermaksud menyinggung siapa pun," kata Ketua DPP Hanura Yuddy Chrisnandi, kepada detikcom, Sabtu (14/12/2013).

Menurut Yuddy, Wiranto hanya menganalogikan bahwa calon pemimpin harus konsisten. Tidak ada maksud untuk menjatuhkan Rhoma Irama.

"Tidak bermaksud menyerang Rhoma Irama, Pak Wiranto hanya bicara sebagai konteks yang umum. Kalau sudah menjadi capres ya jangan manggung dan sebagainya," kata Yuddy. (Ant/dtk)

Rhoma Tentang Kepemimpinan Wanita Dalam Politik

Rhoma Tentang Kepemimpinan Wanita Dalam Politik  


Riforri - Raja dangdut Rhoma Irama, yang menjadi kandidat calon presiden Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), menjanjikan jabatan menteri kepada guru besar Universitas Indonesia, Profesor Eni Menara. Rhoma mengatakan, akan mengangkat Eni sebagai salah satu menteri di kabinetnya jika ia terpilih sebagai presiden.

"Nanti kalau saya jadi presiden, Ibu bisa jadi menteri," jawab Rhoma kepada Eni, dalam sesi tanya jawab seminar "Indonesia Menjawab Tantangan: Kepemimpinan Menjadi Bangsa Pemenang" di Kampus UI, Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (20/12/2013).

Riforri | Meski dalam konsep rumah tangga, posisi perempuan menjadi nomor dua setelah laki-laki atau suami. Tetapi pada sistem kenegaraan peran perempuan tetap harus mendapat tempat.  Bagaimana dengan posisi laki-laki dan perempuan dalam politik? Menurut Rhoma, keduanya memiliki posisi dan hak yang sama. "Dalam tata negara, perempuan punya hak yang sama dengan laki-laki," ujarnya.  Pada kehidupan politik atau pengambil kebijakan, sosok perempuan (gender) tetap penting dilibatkan. Apalagi, demokrasi pemilu menganut sistem 30 persen keterwakilan perempuan (zeeper system). Terlepas dari itu, pria yang akrab disapa 'Bang Haji' ini tetap mengaku perempuan tak bisa melebihi porsi laki-laki sebagai pemimpin. Sebab, kata dia, secara struktur fisik dan mental, kalangan laki-laki lebih kuat ketimbang perempuan.  "Allah menciptakan laki-laki itu dari tanah, dan perempuan diciptakan dari unsur laki-laki (tulang rusuk)," ujarnya. Sehingga, tambah dia, untuk kepemimpinan Indonesia ke depan, demokrasi tetap memberikan ruang sebanyak-banyaknya untuk peran perempuan. Akan tetapi, untuk tanggung jawab besar lebih baik dibebankan kepada kaum laki-laki.
Pernyataan Rhoma itu bagian dari jawaban saat ditanya soal pandangannya terhadap isu jender dalam kepemimpinan dan pemerintahan. Dia mengatakan, laki-laki ditakdirkan menjadi pemimpin bagi perempuan. Menurutnya, secara alami, laki-laki diciptakan lebih kuat daripada perempuan.

Meski dalam konsep rumah tangga, posisi perempuan menjadi nomor dua setelah laki-laki atau suami. Tetapi pada sistem kenegaraan peran perempuan tetap harus mendapat tempat.

Bagaimana dengan posisi laki-laki dan perempuan dalam politik? Menurut Rhoma, keduanya memiliki posisi dan hak yang sama. "Dalam tata negara, perempuan punya hak yang sama dengan laki-laki," ujarnya.

Pada kehidupan politik atau pengambil kebijakan, sosok perempuan (gender) tetap penting dilibatkan. Apalagi, demokrasi pemilu menganut sistem 30 persen keterwakilan perempuan (zeeper system). Terlepas dari itu, pria yang akrab disapa 'Bang Haji' ini tetap mengaku perempuan tak bisa melebihi porsi laki-laki sebagai pemimpin. Sebab, kata dia, secara struktur fisik dan mental, kalangan laki-laki lebih kuat ketimbang perempuan.

"Allah menciptakan laki-laki itu dari tanah, dan perempuan diciptakan dari unsur laki-laki (tulang rusuk)," ujarnya. Sehingga, tambah dia, untuk kepemimpinan Indonesia ke depan, demokrasi tetap memberikan ruang sebanyak-banyaknya untuk peran perempuan. Akan tetapi, untuk tanggung jawab besar lebih baik dibebankan kepada kaum laki-laki.

"Secara struktur fisik dan mental laki-laki lebih kuat dibandingkan perempuan. Itulah sebabnya laki-laki ditakdirkan sebagai pemimpin. Itu dalam konteks keluarga," kata Rhoma.

"Dan laki-laki itu mencari nafkah untuk istrinya. Tapi itu konsep dalam rumah tangga," tutupnya.

Begitu, pemaparan bakal Calon Presiden (Capres) dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Rhoma Irama, di hadapan guru besar dan mahasiswa UI. Menurutnya, perempuan nomor dua hanya ada pada kehidupan rumah tangga.

Niat Rhoma maju sebagai kandidat calon presiden ditunjukkan dengan peresmian Posko Pemenangan RIFORRI (Rhoma Irama for Republik Indonesia) pada Sabtu (14/12/2013) lalu. (sindo/jpnn)


Suara PKB Diprediksi Meningkat karena Hadirnya Rhoma Irama

Suara PKB Diprediksi Meningkat karena Hadirnya Rhoma Irama 


Riforri - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam sejumlah survei dinilai berpeluang jadi "kuda hitam" dengan masuk ke dalam tiga besar perolehan suara partai pada Pemilu 2014 mendatang. Menurut pengamat politik dari LIPI, Syamsuddin Haris, PKB akan bersaing dengan Partai Demokrat, Nasdem dan Gerindra dalam persaingan mencapai posisi ketiga dalam daftar perolehan suara Pemilu Legislatif 2014.

"Seperti dikonfirmasi sejumlah hasil survei, PDIP memiliki peluang paling besar dalam memenangi pemilu legislatif, kemudian diikuti oleh Golkar. Tempat ketiga akan diperebutkan oleh PKB, Demokrat, Nasdem dan Gerindra," kata Syamsuddin dalam diskusi di Akbar Tandjung Institute, Jakarta, Kamis (19/12).

Riforri - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam sejumlah survei dinilai berpeluang jadi "kuda hitam" dengan masuk ke dalam tiga besar perolehan suara partai pada Pemilu 2014 mendatang. Menurut pengamat politik dari LIPI, Syamsuddin Haris, PKB akan bersaing dengan Partai Demokrat, Nasdem dan Gerindra dalam persaingan mencapai posisi ketiga dalam daftar perolehan suara Pemilu Legislatif 2014.  "Seperti dikonfirmasi sejumlah hasil survei, PDIP memiliki peluang paling besar dalam memenangi pemilu legislatif, kemudian diikuti oleh Golkar. Tempat ketiga akan diperebutkan oleh PKB, Demokrat, Nasdem dan Gerindra," kata Syamsuddin dalam diskusi di Akbar Tandjung Institute, Jakarta, Kamis (19/12)  Syamsuddin menambahkan, bakal membaiknya posisi PKB dalam Pemilu 2014 bukan karena kinerja Muhaimin Iskandar selaku Ketua Umum PKB. Sebab, naiknya perolehan suara PKB tak lepas dari peran Rhoma Irama sebagai salah satu bakal calon presiden yang akan diusung partai yang kelahirannya dibidani almarhum Gus Dur itu.  "Muhaimin Iskandar jangan besar kepala dulu dengan prediksi posisi tersebut. Membaiknya posisi PKB itu karena Rhoma Irama dijanjikan PKB untuk jadi calon presiden PKB dalam Pemilu 2014 mendatang. Jadi bukan karena Muhaimin hebat," tegasnya.
Syamsuddin menambahkan, bakal membaiknya posisi PKB dalam Pemilu 2014 bukan karena kinerja Muhaimin Iskandar selaku Ketua Umum PKB. Sebab, naiknya perolehan suara PKB tak lepas dari peran Rhoma Irama sebagai salah satu bakal calon presiden yang akan diusung partai yang kelahirannya dibidani almarhum Gus Dur itu.

"Muhaimin Iskandar jangan besar kepala dulu dengan prediksi posisi tersebut. Membaiknya posisi PKB itu karena Rhoma Irama dijanjikan PKB untuk jadi calon presiden PKB dalam Pemilu 2014 mendatang. Jadi bukan karena Muhaimin hebat," tegasnya.

Selain itu, berbagai survei juga mengonfirmasi bahwa Golkar tidak akan mampu menyaingi PDIP. Sebab, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie alias Ical terlalu memaksakan diri untuk menjadi calon presiden di Pilpres 2014.

"Kalau saja Aburizal Bakrie tidak ngotot menjadi capres dan kasus Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah tidak terungkap menjelang 2014, Golkar berpeluang bersaing dengan PDIP," ulas Syamsuddin.

Lebih lanjut, dia memperkirakan persekongkolan antara dunia usaha (bisnis) dan politik masih akan mewarnai Pemilu legislatif dan Pilpres 2014. "Itu terjadi karena dunia usaha di satu sisi memerlukan proyek melalui APBN dan APBD, sementara di sisi lain partai politik dan politisi memerlukan logistik Pemilu dari para pengusaha hitam," ungkapnya.(fas/jpnn)

Jumat

Dari Politisi Menjadi Negarawan

Dari Politisi Menjadi Negarawan


Riforri - “Jika Fungsi Mahkamah Konstitusi sama dengan Mahkamah Agung, maka cukup dileburkan saja jadi satu”. Kalimat ini terucap dalam dialog kebangsaan Fraksi PKB di Gedung Nusatara V, MPR RI, Jakarta. Pernyataan ini cukup menghebohkan. Pernyataan Rhoma Irama masuk menusuk ke jantung konstitusi. Kapasitas Capres bergeser dari seorang politisi menjadi negarawan. Sayangnya statemen ini berubah menjadi kepingan puzzle, ketika dikutip hanya separuh saja.

Riforri - “Jika Fungsi Mahkamah Konstitusi sama dengan Mahkamah Agung, maka cukup dileburkan saja jadi satu”. Kalimat ini terucap dalam dialog kebangsaan Fraksi PKB di Gedung Nusatara V, MPR RI, Jakarta. Pernyataan ini cukup menghebohkan. Pernyataan Rhoma Irama masuk menusuk ke jantung konstitusi. Kapasitas Capres bergeser dari seorang politisi menjadi negarawan. Sayangnya statemen ini berubah menjadi kepingan puzzle, ketika dikutip hanya separuh saja.   Pernyataan Rhoma ditujukan untuk mengkritisi posisi Mahkamah Konstitusi. MK sebagai banteng terakhir penjaga konstitusi mulai tidak dipercaya oleh publik setelah ketuanya dituduh melakukan tindak pidana korupsi dan pencucian uang. Setelah tragedi Ketua MK, sidang Pemilukada bergeser menjadi ajang cacian dan pengrusakan aset-aset Negara oleh mereka yang berperkara.

Pernyataan Rhoma ditujukan untuk mengkritisi posisi Mahkamah Konstitusi. MK sebagai banteng terakhir penjaga konstitusi mulai tidak dipercaya oleh publik setelah ketuanya dituduh melakukan tindak pidana korupsi dan pencucian uang. Setelah tragedi Ketua MK, sidang Pemilukada bergeser menjadi ajang cacian dan pengrusakan aset-aset Negara oleh mereka yang berperkara.

Berawal dari keberadaan MK yang mulai tidak dipercaya publik, Calon Presiden yang akan diusung i PKB ini mulai mengajukan wacana peleburan MK. Sebelum menyampaikan pernyataan peleburan didepan khalayak peserta seminar Rhoma menyampaikan premis mayor terlebih dahulu yakni, “diperlukan amandemen konstitusi ke V sebelum melakukan perubahan sistem ketatanegaraan”. Statemen ini kemudian dilanjutkan dengan premis minor perlunya peleburan MK kedalam MA. Pernyataan Rhoma Irama ini juga sesuai dengan konteks seminar. Halaman 3 Term of Reference (TOR) Seminar PKB yang diterima Riforri mempertanyakan “apakah konstitusi kita UUD 1945 hasil amandemen sudah cukup memadai sebagai fondasi untuk memperkuat sistem pemerintahan presidensial?”. Berdasarkan statemen ini kemudian Rhoma mengajukan tesis untuk meleburkan MK pada amandemen konstitusi kelima.

Riforri yang hadir dalam seminar kebangsaan terkejut ketika statemen Rhoma Irama dipelintir hanya mengungkapkan premis minor tanpa didahului premis mayor. Akibatnya muncullah pernyataan miring bahwa Rhoma Irama tidak paham dengan UUD 1945. Sikap kenegarawan bang haji muncul dalam menghadapi pernyataan miring. Rhoma bukannya melakukan counter isu terhadap masalah ini, tetapi keesokan harinya Selasa, 4 Desember 2013 menyampaikan kembali pernyataannya secara proporsional. Dalam Seminar Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta ia mengulangi kembali pernyataan tentang perlunya penegakan kepercayaan publik terhadap Mahkamah Konstitusi.

Pernyatan bang haji Rhoma untuk membangun kembali kepercayaan terhadap MK diulang kembali malam harinya (4/12/2013) dalam acara live TV One Apa Kabar Malam bersama dengan Irma Putra Sidin (Pengamat Hukum Tata Negara), Taslim Chaniago (Komisi III DPR RI), dan Mahfud MD. Irma Putra Sidin mendukung keinginan Bang Haji Rhoma untuk memperkuat kembali kepercayaan publik terhadap MK, tetapi dengan cara mempromosikan Mahkamah Konstitusi dan mengajak Rhoma Irama untuk melakukan kampanye ini.

Riforri - “Jika Fungsi Mahkamah Konstitusi sama dengan Mahkamah Agung, maka cukup dileburkan saja jadi satu”. Kalimat ini terucap dalam dialog kebangsaan Fraksi PKB di Gedung Nusatara V, MPR RI, Jakarta. Pernyataan ini cukup menghebohkan. Pernyataan Rhoma Irama masuk menusuk ke jantung konstitusi. Kapasitas Capres bergeser dari seorang politisi menjadi negarawan. Sayangnya statemen ini berubah menjadi kepingan puzzle, ketika dikutip hanya separuh saja.   Pernyataan Rhoma ditujukan untuk mengkritisi posisi Mahkamah Konstitusi. MK sebagai banteng terakhir penjaga konstitusi mulai tidak dipercaya oleh publik setelah ketuanya dituduh melakukan tindak pidana korupsi dan pencucian uang. Setelah tragedi Ketua MK, sidang Pemilukada bergeser menjadi ajang cacian dan pengrusakan aset-aset Negara oleh mereka yang berperkara.

Seakan tidak puas dengan statemenstateman yang dianggap menyentil masalah kebangsaan, media diajak kembali oleh Bang Haji untuk bicara santai tentang masalah kebangsaan. YKS (Yuk Kita Santai) Rhoma dan Media dilakukan kembali di Hotel Sari Pan Pasific. Media cetak, online dan televisi diajak santai menanyakan persoalan kebangsaan selama 1 (satu) jam. Media mempertanyakan kembali persoalan MK, isu duet Rhoma-Jokowi dan masalah pencalonan Rhoma oleh PKB. Ketiga isu panas di media dijawab dengan santai oleh Calon Presiden dan didampingi oleh Riforri.

Tim Riforri akan melanjutkan secara berkala kegiatan YKS (Yuk Kita Santai) Rhoma Media di Ruang Media Centre Riforri setelah Pusat Posko Pemenangan Riforri diresmikan. Tujuannya sederhana untuk terus menerus menyampaikan paham kebangsaan Rhoma Irama kepada publik dan akhirnya menjadikan Rhoma bukan hanya sebagai politisi, tetapi bergeser menjadi Negarawan.

Upaya untuk menjadikan Rhoma sebagai negarawan dilakukan dengan melakukan berbagai upaya untuk bertemu dan berdiskusi dengan para tokoh bangsa. Upaya mempertemukan Rhoma Irama dengan Jusuf Kalla selaku Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) menunjukan kapasitas Rhoma sebagai ahli agama dan negarawan. Terlepas dialog yang muncul di media adalah pengembangan Masjid/Musholla di Indonesia, tetapi pemberitaan menggeser posisi Rhoma sebagai penyanyi.

Pertemuan Rhoma irama dengan 8 calon presiden Pilihan Kompas di Kompas TV turut menggeser posisi Rhoma untuk menjadi Negarawan. Kapasitas Rhoma mulai tampak ketika membicarakan masalah penegakan hukum, Sumber Daya Manusia dan Kesehatan Masyarakat. Berulangkali Jaya Suprana selaku pembawa acara menimpali positif pernyataan Rhoma Irama.

Practise makes perfect demikian ungkapan peribahasa. Untuk menjadi negarawan, maka perlu berlatih. Berlatih menjadi politisi yang terus menerus mengedepankan isu-isu kebangsaan. Isu-isu tersebut harus dialogkan dengan tokoh-tokoh besar dan forum-forum kebangsaan. Hasilnya kemudian disampaikan kembali kepada masyarakat. Dengan demikian menjadi Presiden ataupun tidak dalam Pemilu 2014 nantinya, Rhoma Irama akan selalu dikenang lebih dari seorang politisi, tetapi Negarawan. Semoga.

Indonesia Satu

Indonesia Satu, Catatan Langsung dari Studio Kompas TV


Forum Indonesia Satu Kompas TV

Riforri - Forum Indonesia Satu merupakan forum dialog antar kandidat Calon Presiden RI tahun 2014. Acara ini diadakan di studio Kompas TV, Palmerah Jakarta. Sebelum dilakukan dialog Litbang Kompas mengungkapkan karakter pemimpin yang dibutuhkan oleh masyarakat. Bestian Nainggolan menyebutkan, Pertama, Pemimpin yang memang benar-benar tidak artifisial. Kedua, pemimpin yang tidak berjarak dengan masyarakat. Ketiga, Pemimpin yang cepat bekerja, tegas dan secara moral tidak koruptif. Dari banyak nama yang keluar dari masyarakat munculah 15 nama. Salah satu dari 15 nama tersebut adalah Rhoma Irama. Dari 15 nama tersebut 9 calon presiden menurut versi Kompas hadir dalam Forum Indonesia Satu yang dipandu oleh Jaya Suprana (Budayawan) dan Ratna Dumila (Kompas TV). Berikut laporan riforri langsung dari Studio Kompas TV.

Forum Indonesia Satu Kompas TV  Riforri - Forum Indonesia Satu merupakan forum dialog antar kandidat Calon Presiden RI tahun 2014. Acara ini diadakan di studio Kompas TV, Palmerah Jakarta. Sebelum dilakukan dialog Litbang Kompas mengungkapkan karakter pemimpin yang dibutuhkan oleh masyarakat. Bestian Nainggolan menyebutkan, Pertama, Pemimpin yang memang benar-benar tidak artifisial. Kedua, pemimpin yang tidak berjarak dengan masyarakat. Ketiga, Pemimpin yang cepat bekerja, tegas dan secara moral tidak koruptif. Dari banyak nama yang keluar dari masyarakat munculah 15 nama. Salah satu dari 15 nama tersebut adalah Rhoma Irama. Dari 15 nama tersebut 9 calon presiden menurut versi Kompas hadir dalam Forum Indonesia Satu yang dipandu oleh Jaya Suprana (Budayawan) dan Ratna Dumila (Kompas TV). Berikut laporan riforri langsung dari Studio Kompas TV.

Testimoni Rhoma Irama

Forum ini tentunya diharapkan dapat memberikan kesan kepada masyarakat tentang kompetensi para calon sebagai pemimpin bangsa kedepan.

Bagaimana dengan persoalan hukum kita?

Rhoma: Saya teringat dengan Sistem Hukum di Amerika, yaitu suatu istilah dengan Mega Lawyer atau hukum sebagai peluang bisnis. Awalnya dari Eropa kemudian Indonesia yang mengimplementasikan paling akhir. Bahwa hukum itu ditafsirkan sebagai peluang bisnis. Kenapa ini terjadi?. Ini terjadi karena keadilan hukum berlaku social justice-nya tidak berjalan, hanya segi formalnya. Ini dijadikan peluang para pebisnis untuk menjadikan hokum sebagai barang dagangannya, karena yang namanya equlity before the law tidak terjadi. Supremasi hukum menjadi supremasi pasalpasal prosedural.

Tanggapan Jaya Suprana

Pernyataan Rhoma menyatakan bahwa hokum sudah menjadi bisnis, justru lebih parah lagi menurut saya. Hukum sekarang ini sudah menjadi industri di Indonesia. Rhoma sendiri sudah membuat lagu untuk anti korupsi ini. Judulnya Indonesia. Hukum menjadi industri.

Bagaimana dengan persoalan Kesehatan Masyarakat

Rhoma :Saya rasa melihat kebijakan kesehatan ini bukan pada kuratif (pengobatan), tetapi preventif (pencegahan). Hari ini yang terjadi adalah kuratif. Kuratif yang kita laksanakan. Contohnya Puskesmas, bukan Pusat Kesehatan Masyarakat, tetapi Pusat Pengobatan Masyarakat. Karena itu sifatnya Kuratif. Askes sebagai asuransi kesehatan, tetapi asuransi sakit. Yang terpenting pemerintah harus menganggarkan dana untuk health promotion. Yang penting, sosialisasikan bagaimana hidup sehat, bagaimana kita supaya tidak sakit. Preventif yang penting. Sosialisasikan pola makan sehat, pola hidup sehat. Dulu ada istilah mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga. Kenapa tidak setengah jam sebelum masuk kantor atau sekolah harus berolahraga. Dengan demikian masyarakat akan sehat.

Tanggapan (Interupsi) Jaya Suprana terhadap tanggapan Rhoma Irama

Saya tertarik dengan pernyataan Rhoma. WHO sudah menyatakan bahwa Abad 21 ini bukan Abad Kuratif. Tepat sekali konsep Rhoma Irama karena Abad sekarang adalah Abad Preventif dan Promotif. Olahraga itu preventif. Konsep Rhoma itu penting sekali. Kita kan punya Departemen

Rhoma Tantang Wiranto Adu Visi dan Misi di Lapangan

Rhoma Tantang Wiranto Adu Visi dan Misi di Lapangan


Riforri - Capres Partai Hanura Wiranto menyindir Rhoma Irama yang mantap maju sebagai capres. "Sekarang ini penyanyi dangdut dijadikan Presiden. Ada lagi pelawak. Nanti lama-lama pemain akrobat juga dicaonkan jadi Presiden. Makanya yang korupsi jalan terus," kata Wiranto dalam sebuah acara debat calon Presiden yang diselenggarakan LIPI di Gedung Auditorium LIPI, jalan Gatot Subroto Kav 10 Jakarta Pusat, juma'at (13/12)

Riforri - Sindiran itu membuat Muhaimin berang. "saya siap menggelar arena untuk adu debat terbuka Rhoma Irama dengan Wiranto, dari segi visi dan misi sebagai capres saya menjamin Rhoma yang menang," kata dia pada acara peresmian Posko Pemenangan Rhoma Irama for Republik Indonesia (Riforri). (14/12)  Sang Raja Dangdut siap kapan saja. "Kapan waktunya saya siap, biar Wiranto pun tahu apa yang dikatakannya tidak benar," ujarnya  Rhoma menegaskan dirinya maju sebagai capres bukan hanya bermodalkan popullaritas sebagai penyanyi dangdut. Tetapi juga mempunyai visi dan misi yang jelas. " Saya punya visi dan misi. saya siap lahir dan bathin." tegasnya.  Sambil tersenyum simpul menanggapi soal sindiran Wiranto tersebut."Biasanya orang yang dihinakan akan lebih unggul daripada orang yang menghina," ujar Rhoma sambil mengutip satu ayat Al-Qur'an

Sindiran itu membuat Muhaimin berang. "saya siap menggelar arena untuk adu debat terbuka Rhoma Irama dengan Wiranto, dari segi visi dan misi sebagai capres saya menjamin Rhoma yang menang," kata dia pada acara peresmian Posko Pemenangan Rhoma Irama for Republik Indonesia (Riforri). (14/12)

Sang Raja Dangdut siap kapan saja. "Kapan waktunya saya siap, biar Wiranto pun tahu apa yang dikatakannya tidak benar," ujarnya

Rhoma menegaskan dirinya maju sebagai capres bukan hanya bermodalkan popullaritas sebagai penyanyi dangdut. Tetapi juga mempunyai visi dan misi yang jelas. " Saya punya visi dan misi. saya siap lahir dan bathin." tegasnya.

Sambil tersenyum simpul menanggapi soal sindiran Wiranto tersebut."Biasanya orang yang dihinakan akan lebih unggul daripada orang yang menghina," ujar Rhoma sambil mengutip satu ayat Al-Qur'an

Muhaimin mengatakan semakin dihina, Rhoma akan semakin kuat."Bang Haji dicintai masyarakat bawah. Dia banyak sedekah dan berdakwah di mana-mana. Makanya kalo mau dicintai yang banyak berdakwah," ujar ponakan Gusdur itu.

Kamis

Rhoma Muhaimin Resmikan Pusat Posko Pemenangan Capres

Rhoma Irama dan Muhaimin Iskandar Resmikan Pusat Posko Pemenangan Capres  


Riforri - Airmata Rhoma Irama menetes saat peresmian Posko Pemenangan Rhoma Irama For Republik Indonesia (Riforri) di jalan Dewi Sartika Cawang Jakarta Timur, sabtu (14/12/2014). Sang Raja Dangdut menangis lantaran terharu karena begitu besar dukungan dan kepercayaan para alim ulama agar dirinya menjadi calon Presiden 2014.


Riforri - Airmata Rhoma Irama menetes saat peresmian Posko Pemenangan Rhoma Irama For Republik Indonesia (Riforri) di jalan Dewi Sartika Cawang Jakarta Timur, sabtu (14/12/2014). Sang Raja Dangdut menangis lantaran terharu karena begitu besar dukungan dan kepercayaan para alim ulama agar dirinya menjadi calon Presiden 2014.

Rhoma yang mengenakan batik berwarna hijau tampak terhenti sejenak saat menyampaikan sambutan, sebelum menyapa satu persatu alim ulama, habib dan hadirin. Terlihat matanya berkaca-kaca. Rhoma tampak meminta tisu unruk menyeka matanya yang berair. Tak lama berselang capres yang mengusung slogan "Menuju Indonesia Yang Berakhlak dan Bermartabat" ini pun melanjutkan sambutannya.

Ditengah sambutan Rhoma juga sempat mendendangkan sepenggal lagu yang berjudul HAM (Hak Azasi Manusia). 

Kebebasan beragama
(itu hak asasi)

Kebebasan berbicara
(itu hak asasi)

Kita bebas untuk melalukan segala-galanya
Asal saja tidak bertentangan dengan Pancasila

Kebebasan berusaha
(itu hak asasi)
Kebebasan ‘tuk berkarya
(itu hak asasi)

Kita bebas untuk melalukan segala-galanya
Asal saja tidak bertentangan dengan Pancasila


Demikian penggalan syair lagu HAM yang dilantunkan Rhoma dan disambut antusias oleh para hadirin.

Dalam Peresmian Pusat Posko Pemenangan Riforri (Rhoma Irama For Republik Indonesia) oleh Muhaimin Iskandar hadir pula Ketua DPP PKB Helmi Faisal yang kini menjabat sebagai Menteri Desa Tertinggal.



Cak Imin Membantah Memanfaatkan Rhoma

Pada kesempatan tersebut Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar membantah bahwa pihaknya hanya memnafaatkan popularitas Raja Dangdut Rhoma Irama dengan mengusungnya sebagai calon Presiden 2014 untuk mendongkrak suara partai. Menurutnya Rhoma memang layak menjadi pemimpin selanjutnya.
"Tak ada istilah pemanfaatan, yang ada berjuang bersama" katanya.

Muhaimin atau yang akrab dipanggil Cak Imin mengatakan, pihaknya ingin mengusung Rhoma sebagai Capres lantaran yang bersangkutan tidak ambisius menjadi Presiden. Lagu-lagu yang diciptakan selama ini mencerdaskan masyarakat.

"Yang dicari PKB yang begitu, yang tidak punya ambisi, tidak mempunyai keinginan menjadi Presiden. Insya Allah kalo ditangan orang-orang kalo ditangan orang yang tidak mempunyai ambisiakan ada kebaikan dan kemaslahatan " katanya

Ketika disinggung adanya tokoh lain yang didukung kader PKB didaerah, yakni Mahfud MD dan Yusuf Kalla, Menurut cak Imim pihaknya tetap memberi ruang kepada tokoh lain. Hanya , lanjutnya. Rhoma lebih dulu masuk. (wrt/mal/suf)


Rilis Peresmian Pusat Posko Pemenangan Rhoma Irama

Rilis Media Peresmian Pusat Posko Pemenangan Rhoma Irama 


Riforri - Posko-posko pemenangan Rhoma Irama telah berdiri di sejumlah daerah dan pelosok. Sejumlah daerah tersebut antara lain posko-posko di: Bogor, Tasik, Garut, Tegal, Pemalang, Lombok, Ujung Pandang, Lampung, Palembang dan banyak posko yang tengah didirikan hingga skarang ini. Keberadaan posko ini didukung sejumlah relawan yang terdiri dari fans dan masyarakat umum.  Bahkan ada posko yang didirikan oleh pengurus partai politik; Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) seperti di Lombok Tengah.

Riforri - Setelah posko-posko di daerah berdiri Rhoma Irama akan meresmikan Pusat Posko Pemenangan. Posko ini dinamakan Riforri yang memiliki kepanjangan Rhoma Irama for Republik Indonesia. Posko yang terletak di Jl. Dewi Sartika No. 44, Cawang Jakarta Pusat ini akan menjadi jangkar kegiatan posko-posko Riforri di sejumlah daerah. Sinergitas antar posko-posko yang ada di Indonesia akan diorganisir dari lokasi ini. Untuk memperkuat keberadaan posko dan silaturahmi tim sukses Rhoma Irama membuat Tabloid Riforri. Tabloid ini berisikan kegiatan sosial politik sang calon presiden, perkembangan hasil survei pilpres 2014,  kegiatan lembaga-lembaga pendukung dan Soneta. Bulan Desember 2013 tabloid ini memasuki edisi yang ke 3.
 Sejumlah relawan yang berada dibelakang pencalonan Rhoma Irama berasal dari unsur-unsur PAMMI (Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia), FORSA (Fans of Rhoma dan Soneta), FAHMI TAMAMI (Forum Silaturahmi Takmir Masjid dan Musholla Indonesia), PAMFATTA (Pengamanan Fahmi Tamami) dan GERAM (Gerakan Anti Madat).

 Setelah posko-posko di daerah berdiri Rhoma Irama akan meresmikan Pusat Posko Pemenangan. Posko ini dinamakan Riforri yang memiliki kepanjangan Rhoma Irama for Republik Indonesia. Posko yang terletak di Jl. Dewi Sartika No. 44, Cawang Jakarta Pusat ini akan menjadi jangkar kegiatan posko-posko Riforri di sejumlah daerah. Sinergitas antar posko-posko yang ada di Indonesia akan diorganisir dari lokasi ini. Untuk memperkuat keberadaan posko dan silaturahmi tim sukses Rhoma Irama membuat Tabloid Riforri. Tabloid ini berisikan kegiatan sosial politik sang calon presiden, perkembangan hasil survei pilpres 2014,  kegiatan lembaga-lembaga pendukung dan Soneta. Bulan Desember 2013 tabloid ini memasuki edisi yang ke 3.

 Seperti halnya posko-posko pemenangan Riforri di daerah yang diresmikan oleh pimpinan PKB seperti Helmi Faisal di Lombok Tengah (25/09/2013) atau posko pemenangan di Bogor oleh Muhaimin Iskandar (13/10/2013) peresmian Pusat Posko Pemenangan Riforri Sabtu, 14 Desember 2013 ini akan dilakukan oleh Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar. Ini menunjukan keseriusan PKB mengusung Rhoma Irama sebagai calon presiden dari PKB. Keberadaan Pusat Posko Pemenangan Riforri ini diharapkan memperkuat sinergitas antara tim Riforri dan PKB. Sementara dari sisi Rhoma Irama ini memperkuat komitmen untuk membesarkan PKB untuk dapat melewati ambang batas presidential threshold untuk Pilpres 2014 mendatang.

 Selanjutnya gedung ini akan menjadi Media Centre bagi media sehingga dapat berkomunikasi tentang jadwal kegiatan Rhoma Irama ataupun diskusi-diskusi kebangsaan yang akan disampaikan langsung oleh capres ataupun tim kampanye Riforri. Sejumlah foto kegiatan Rhoma juga akan dipajang di Pusat Posko Pemenangan Riforri ini.

Jakarta, 14 Desember 2013

 Ketua,                                                                                                             Sekretaris,

WASKITO                                                                                                      RAMDANSYAH